Showing posts with label Gaya Muda >> cinta. Show all posts
Showing posts with label Gaya Muda >> cinta. Show all posts

Cinta Ditolak Karena Miskin


Ada seorang janda yang bernama Fatimah binti Qais. Janda ini bukan janda biasa. Meskipun janda yang ia masih diincar oleh tiga pria, yaitu Mua’wiyah, Abu Jahm dan Usamah bin Zaid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan supaya Fatimah memilih Usamah bin Zaid, meski ia seorang yang berkulit hitam namun punya keutamaan yang banyak, daripada memilih Mu’awiyah yang miskin walau mungkin lebih cakep dibanding Usamah.
Jadi yang cintanya ditolak akhwat karena miskin, jangan berkecil hati, jangan menangis, jangan bersedih. Masih banyak pilihan wanita lain yang mau menerima.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyarankan pada Fatimah binti Qais radhiyallahu ‘anha untuk menikah dengan Usamah, dibanding dengan dua laki-laki yang telah melamarnya yaitu Mu’awiyah dan Abu Jahm. Beliau berkata pada Fatimah,
أَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَلاَ يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتَقِهِ وَأَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوكٌ لاَ مَالَ لَهُ انْكِحِى أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ ».فَكَرِهْتُهُ ثُمَّ قَالَ « انْكِحِى أُسَامَةَ ». فَنَكَحْتُهُ فَجَعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا وَاغْتَبَطْتُ بِهِ.
“Abu Jahm itu biasa memukul istri. Sedangkan Mu’awiyah itu miskin (tidak punya banyak harta). Nikahlah saja dengan Usamah bin Zaid.” Fatimah berkata, “Aku awalnya enggan.” Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap mengatakan, “Nikahlah dengan Usamah.” Akhirnya, aku memilih menikah dengan Usamah, lantas Allah mengaruniakan dengan pernikahan tersebut kebaikan. Aku pun berbahagia dengan pernikahan tersebut. (HR. Muslim no. 1480).
Dalam riwayat Muslim, disebutkan,
سَمِعْتُ فَاطِمَةَ بِنْتَ قَيْسٍ تَقُولُ إِنَّ زَوْجَهَا طَلَّقَهَا ثَلاَثًا فَلَمْ يَجْعَلْ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سُكْنَى وَلاَ نَفَقَةً قَالَتْ قَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا حَلَلْتِ فَآذِنِينِى ».
فَآذَنْتُهُ فَخَطَبَهَا مُعَاوِيَةُ وَأَبُو جَهْمٍ وَأُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَمَّا مُعَاوِيَةُ فَرَجُلٌ تَرِبٌ لاَ مَالَ لَهُ وَأَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَرَجُلٌ ضَرَّابٌ لِلنِّسَاءِ وَلَكِنْ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ ». فَقَالَتْ بِيَدِهَا هَكَذَا أُسَامَةُ أُسَامَةُ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « طَاعَةُ اللَّهِ وَطَاعَةُ رَسُولِهِ خَيْرٌ لَكِ ». قَالَتْ فَتَزَوَّجْتُهُ فَاغْتَبَطْتُ.
“Suami Fatimah binti Qais dahulu telah mentalaknya tiga kali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menjadikan bagi Fatimah tempat tinggal dan tidak mendapatkan nafkah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata pada Fatimah, “Jika engkau telah halal untuk dinikahi (setelah melewati masa ‘iddah), sampaikanlah kabar tersebut padaku.”
Fatimah pun memberitahu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (ketika telah selesai ‘iddahnya), bahwasanya ia telah dikhitbah (dilamar) oleh Mu’awiyah dan Abu Jahm, juga oleh Usamah bin Zaid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun Mu’awiyah itu miskin, tidak punya harta. Sedangkan Abu Jahm biasa memukul istrinya. Nikahlah saja dengan Usamah bin Zaid.” Lantas Fatimah berisyarat dengan tangannya sambil berkata, “Hah … Usamah, Usamah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Taat Allah dan Rasul-Nya itu baik untukmu.” Fatimah berkata, “Aku pun memilih menikah dengan Usamah, akhirnya aku merasakan kebahagiaan.” (HR. Muslim no. 1480).
Beberapa faedah dari hadits di atas:
1- Boleh menyebutkan kejelekan orang lain (mengghibah) ketika dimintai nasehat. Ini bukan termasuk ghibah yang diharamkan.
2- Sifat Abu Jahm biasa memukul istri, diibaratkan dengan membawa tongkat di pundaknya ketika tidur, makan, dan aktivitas lainnya.
3- Mu’awiyah bin Abi Sufyan bin Harb itulah yang dimaksud dalam hadits di atas. Ia termasuk sahabat yang utama, masih lebih tampan dari Usamah, namun sayangnya ia miskin.
4- Usamah bin Zaid adalah pria yang memiliki agama yang bagus, punya keutamaan, dan akhlak yang mulia. Awalnya Fatimah menolak menikah dengan Usamah karena ia itu bekas budak. Begitu pula Usamah itu hitam.
5- Menjalankan pilihan Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- adalah sangat tepat dan akan menuai kebaikan. Dalam hadits disebutkan,  “Taat Allah dan Rasul-Nya itu baik untukmu.” Hal ini bukan saja berlaku dalam hal mengikuti saran Rasul shallallahu ‘alaihi wa dalam jodoh, namun manut atau mengikuti perintah beliau dalam perintah lainnya maka akan menuai kebaikan.
6- Sekufu dalam nasab (keturunan) tidaklah dianggap karena dalam hadits ini Fatimah diperintahkan oleh Rasul untuk memilih Usamah yang menjadi bekas budak.
7- Warna kulit yang gelap tidak selalu menandakan orang tersebut jelek.
8- Menikah dengan yang berparas tidak tampan atau tidak cantik belum tentu menandakan tidak berbahagia dalam nikah. Lihatlah apa yang terjadi setelah Fatimah memilih untuk menikah dengan Usamah. Ia begitu bahagia.
9- Keutamaan Fatimah binti Qais sampai disukai oleh 3 pria padahal ia seorang janda.
10- Boleh menolak lamaran seorang pria karena miskinnya. Seorang laki-laki yang ditolak seperti itu seharusnya tidak merasa kecil hati, masih banyak wanita lainnya yang mau menerima keadaannya.
Semoga faedah di atas bermanfaat.

Referensi:
Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ibnu Hazm, cetakan pertama, tahun 1433 H, 10: 91-92.
Minhatul ‘Allam fii Syarh Bulughil Marom, Syaikh ‘Abdullah Al Fauzan, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan ketiga, tahun 1432 H, 7: 282-283.

Jangan Tinggal Dia Yang Baik Demi Mencari Yang Lebih Baik



Terkadang seorang wanita sering tidak merasa puas dengan apa yang sudah datang menghampirinya. Seorang lelaki yang mungkin bisa membuatnya bahagia namun terkadang untuk memandang sisi lain ia melepasnya pergi padahal bisa jadi lelaki itulah yang akan menawarkan kebahagiaan hakiki.

Jika seorang wanita mendambakan seorang pangeran berkuda putih yang datang menjemputnya menuju istana kerajaannya namun yang datang malah seorang lelaki sederhana dengan segala keterbatasan materinya, maka lelaki itu pun ditolak.

Sadarlah bahwasanya kebahagiaan itu tidak terletak pada ukuran seberapa banyak harta kekayaannya tetapi seberapa besar cintanya padamu, seberapa besar kesetiaannya menjagamu sehingga engkau merasa dilindungi dan nyaman di dekatnya.

Memang harta kekayaan bisa membuatmu bahagia akan tetapi itu bukanlah kebahagiaan yang hakiki. Jika engkau menjadikan itu sebagai patokan dalam mencintai maka engkau akan dihantui rasa gelisah yang berkepanjangan.

Engkau tahu bahwasanya kekayaan bukanlah kebhagiaan utama namun kadangkala ketika rasa ego diri menghampiri engkau lupa akan itu. Engkau terlupa bahwa lelaki berbudipekerti baiklah yang seharusnya engkau pilih. Adakalanya engkau terlena pada gelimangan harta disertai rupa sehingga ada lelaki baik yang datang menghampirimu malah engkau membiarkannya pergi. Hingga suatu saat ketika engkau disakiti oleh orang yang kau pilih karena apa yang dimilikinya, kau baru menyadarinya bahwasanya cinta dan kasih sayang yang tulus tidak dapat dibeli dengan gelimangan harta. Dan saat engkau hendak kembali ke orang yang baik tadi, dia sudah dimiliki oleh orang lain dan ia bahagia bersama wanita lain yang telah halal baginya.

Itulah kenapa kita diberikan nalar untuk berpikir kedepan. Karena mencintai itu tidak sebatas penawaran harta dan tahta akan tetapi bagaimana orang itu bisa menjaga dirimu dan menjadi pemimpin yang baik bagi dirimu dan anak-anakmu kelak. J

Menjadi Jomblo Berkualitas


Jomblo?
Siapa takut!
Dalam diri remaja, ada sedikit kegamangan yag terbersit ketika yang lain telah bergandengan tangan bersama seseorang yang disebut pacar.  Kesana kemari ada yang selalu mendampingi, ketika sedih ada yang menghibur.  Tentu semua ini terkesan begitu meyenangkan sehingga rasanya ingin sekali segera mendapat pasangan. Demi mendapatkan pacar terkadang bahkan para jomblowan jomblowati rela menurunkan standar.  Tapi sebenarnya apa yang dicari dari semua ini?

Bukankah mendapat pacar tidak berarti semua masalah selesai? Justru pacaran menimbulkan kegalauan-kegalauan baru mulai dari galau takut diputusin pacar, takut dia selingkuh dengan yang lain, studi jadi terganggu de el el.

Kalau gitu, kenapa harus memilih mencari pacar?
Bukankah lebih baik kalau menjadi jomblo tapi berkualitas daripada punya pacar yang tak berkelas karena malah menghancurkan masa depan dan membuang-buang waktu yang akhirnya menghambat kesuksesan.

So, sahabat yang masih jomblo.
Bersyukurlah karena Allah telah menyelamatkanmu dari fitnah cinta dalam bentuk pacaran.  Disinilah Allah memberikan kesempatan untuk sahabat agar sahabat bisa lebih leluasa mengejar cita, menyempurnakan usaha untuk sukses lebih cepat dari yang lain.
Jika sukses sudah ditangan, pada waktunya ketika kau siap kau akan lebih mudah menentukan kapan waktunya melamar.
Daripada menjajaki pacaran tanpa kepastian yang ujung-ujungnya berakhir dengan kegamangan karena tak mampu meneruskan ke jenjang pernikahan.

Dari lirikan
Berlanjut chattingan
Terus sms-an untuk ketemuan
Akhirnya jadian
Ngakunya temenan
Tapi seringnya berduaan
Awalnya curhatan
Dibungkus perhatian, pujian dan traktiran
Akhirnya jadi kepikiran Ujungnya ketagihan…
Syaitan gak tinggal diam
dari hanya curhatan, akhirnya pegangan
dari pegangan berani pelukan
sampai ciuman di kesunyian akhirnya.............KELEWATAN
Udah deh, kalau belum siap nikah

jadi HIGH Quality Jomblo aja.
Sebab jomblo berkualitas itu:
1. Hemat
2. Merdeka
3. Dicari, bukan mencari

Buanglah Mantan Pada Tempatnya



Selesaikan dulu kisahmu dengan si dia sebelum engkau memulai kisah baru dengan yang lain. Karena kisah yang belum terselesaikan di masa lalu, rentan hadir untuk mengusik dan menjadi duri dalam daging bagi kisahmu yang terkini.

Sahabat Mulimah Voa-Islam yang shalihah...
Tiap manusia pasti memunyai masa lalu. Karena masa lalu inilah yang membentuk dirinya di masa kini. Yang membedakan satu pribadi dengan pribadi lainnya dengan masa lalunya ini adalah penyikapan. Ada yang terjebak di masa lalu dan enggan untuk keluar. Dia menjadikan masa lalu sebagai hal penting untuk dibawa ke masa depan. Apalagi bila masa lalunya ini belum tuntas alias masih bermasalah.

Dalam rumah tangga, masa lalu ini bisa berupa apa saja. Tapi yang paling rentan adalah si mantan. Entah mantan suami/istri, bisa jadi mantan pacar, atau bahkan mantan calon suami. Maksudnya masih dalam taaruf tapi tak bisa lanjut hingga ke pelaminan. Bila tak bijak menyikap masalah yang muncul di masa lalu dengan si mantan, bukan tak mungkin masalah ini menjadi ‘laten’ atau semisal duri dalam daging dalam rumah tangga seseorang.

Selesaikan dahulu apa pun itu yang masih mengganjal dengan si mantan. Jangan mencari pelarian tatkala hati masih rapuh. Satu-satunya obat yang bisa diandalkan dalam kondisi begini adalah dengan banyak dzikrullah, semakin mendekatkan diri pada Allah.
Selesaikan dahulu apa pun itu yang masih mengganjal dengan si mantan. Jangan mencari pelarian tatkala hati masih rapuh. Satu-satunya obat yang bisa diandalkan dalam kondisi begini adalah dengan banyak dzikrullah, semakin mendekatkan diri pada Allah. Insya Allah bila langkah ini yang diambil, maka masalah apa pun itu bentuknya bisa dituntaskan hingga ke akar. Sehingga saat kaki ingin melangkah membuka lembar baru maka bayang-bayang masa lalu itu sudah tak lagi mengganggu.

Sayangnya, tak semua menjadikan Allah sebagai muara pencarian jawaban. Tak sedikit yang menjadikan masalah dengan si mantan dengan mencari penggantinya secepat yang ia bisa. Bagi laki-laki dia akan segera mencari perempuan pengganti. Bahkan tak tanggung-tanggung, langsung dilamarnya perempuan pertama yang ia kenal dan mau dengan dirinya. Sakit hatinya dilarikan pada sosok baru yang tak tahu apa-apa tentang masa lalunya.

Begitu juga dengan perempuan. Ia akan berusaha mencari pengganti laki-laki yang telah menyakiti hatinya. Dia terima saja siapa pun yang datang sekadar menunjukkan bahwa ia pun masih bisa dicintai oleh laki-laki lain. Ketika niat awal sudah salah, maka yakinlah langkah kaki juga tak bisa terarah. Diperparah dengan permasalahan yang masih menggantung di masa lalu, seolah menumpuki secarik kertas dengan tulisan yang baru padahal yang lama belum sepenuhnya dihapus dengan bersih. Tumpang tindih.

Suami masih sering melamunkan mantan. Begitu sebaliknya, si istri pun masih sering merindukan seseorang yang tak lagi halal buatnya. Suami istri hanya status saja ketika jiwa masing-masing pelakunya tak lagi berjalan bersama. Satu sama lain terjebak dalam kerangkeng yang sama bernama masa lalu.

Bilapun salah satu pihak saja yang tergilas oleh kenangan, maka tentu saja pasangannya menjadi pihak yang dizolimi. Dan sungguh, bukan seperti ini pernikahan yang diharapkan tercapainya sakinah dalam berumah tangga.
Jadi apapun itu masalahnya dengan si mantan, usahakan sudah tuntas sebelum kaki mulai melangkah. Andai pun karena satu dan lain hal memang kondisi tak bisa diselesaikan dengan baik-baik, maka yakinilah bahwa semua itu memang yang terbaik. Tak pernah Allah salah meletakkan satu kejadian. Tinggal manusianya bisa atau tidak mengambil hikmah dari tiap peristiwa yang terjadi untuk dijadikan pelajaran.

Bagi kamu para istri, perasaan mellow itu jangan dimanja. Si mantan tidak layak lagi dihadirkan saat sudah ada imam yang siap menggenggam masa depan. Syukurilah yang ada saat ini karena sesungguhnya di luar sana banyak perempuan yang menginginkan tempat dimana kamu berasa sekarang.
Bagi kamu para suami, buang masa lalumu di tempat semestinya. Masa lalu tempatnya ya di belakang. Berjalan itu menatap lurus ke depan bersama dengan pasangan yang saat ini setia mendampingi. Apalagi bila ada si buah hati. Ia tak berhak mendapati ayahnya membagi hati dengan mantan yang sejatinya cuma kenangan. Karena hati adalah milik Allah, maka kembalikan ia padaNya. Mendekatlah pada-Nya, minta untuk diteguhkan dengan pasangan halal yang sekarang.

Bagi kamu para istri, perasaan mellow itu jangan dimanja. Si mantan tidak layak lagi dihadirkan saat sudah ada imam yang siap menggenggam masa depan. Syukurilah yang ada saat ini karena sesungguhnya di luar sana banyak perempuan yang menginginkan tempat dimana kamu berasa sekarang. Hadirkan dzikrullah ketika ketukan kenangan dari masa lalu itu hadir. Tutup semua pintunya rapat-rapat. Fokuskan diri pada sosok yang saat ini halal menemani hingga kalian bersama menua nanti, insya Allah.

Made with by Nugroho Wicaksono

© 2013 Odd Themes, Inc. All rights reserved.